Kenali 5 Gejala Dehidrasi pada Bayi, Termasuk Jarang Pipis

Posted on

pekaninformasi.com – Dehidrasi adalah kondisi serius, terutama pada bayi yang rentan. Bayi dan anak-anak kecil lebih cenderung mengalami dehidrasi daripada orang dewasa. Oleh karena itu, penting bagi para orang tua dan pengasuh untuk mengenali gejala dehidrasi pada bayi. Dalam artikel ini, kita akan membahas lima gejala dehidrasi pada bayi, termasuk tanda bahwa bayi mungkin jarang buang air kecil.

1. Penurunan Frekuensi Buang Air Kecil:

Salah satu gejala dehidrasi yang paling mudah dikenali adalah penurunan frekuensi buang air kecil. Bayi yang normalnya buang air kecil beberapa kali sehari mungkin hanya buang air kecil beberapa kali sehari atau bahkan lebih jarang. Urin bayi yang dehidrasi juga mungkin tampak lebih pekat dan berbau lebih kuat.

2. Bibir Kering dan Lidah Kering:

Bayi yang mengalami dehidrasi mungkin memiliki bibir yang kering atau pecah-pecah. Lidah mereka juga bisa terasa kering dan tampak pucat. Ini adalah tanda-tanda bahwa tubuh kekurangan cairan.

3. Mata Cekung:

Mata bayi yang cekung, artinya mata terlihat lebih cekung dari biasanya, adalah tanda lain dari dehidrasi. Kulit di sekitar mata juga bisa tampak lebih gelap.

4. Kurangnya Air Mata Saat Menangis:

Ketika bayi menangis, biasanya mereka akan menghasilkan air mata. Namun, bayi yang mengalami dehidrasi mungkin tidak memiliki air mata saat menangis. Ini adalah tanda bahwa tubuh mereka membutuhkan lebih banyak cairan.

5. Penurunan Aktivitas dan Kekurangan Energi:

Bayi yang dehidrasi mungkin tampak lebih lesu dan tidak seaktif seperti biasanya. Mereka mungkin kehilangan minat dalam bermain dan terlihat lebih lemah.

Jika Anda mencurigai bayi Anda mengalami dehidrasi, penting untuk segera mencari bantuan medis. Bayi yang dehidrasi memerlukan perawatan cepat untuk menggantikan cairan yang hilang. Memberikan cairan dalam jumlah kecil mungkin tidak cukup untuk mengatasi dehidrasi. Jika Anda mengenali gejala dehidrasi pada bayi, hubungi dokter atau profesional medis secepat mungkin untuk mendapatkan panduan dan perawatan yang tepat.

See also  Baby Blues vs. Depresi Pascamelahiran: Bedanya yang Harus Anda Ketahui

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *